Pages

Kamis, 15 Desember 2011

MASYARAKAT MULTIKULTURAL DI INDONESIA


1.      Pengertian Masyarakat Multikultural Menurut Para Ahli
a.       Furnivall
Masyarakat multikultural adalah suatu masyarakat yang terdiri dari dua atau lebih elemen yang hidup sendiri-sendiri tanpa ada pembauran satu sama lain di dalam suatu satu kesatuan politik.
b.       Clifford Gertz
Masyarakat multikultural adalah merupakan masyarakat yang terbagi dalam sub-sub sistem yang kurang lebih berdiri sendiri dan masing-masing sub sistem terkait oleh ikatan-ikatan primordial.
c.        Nasikun
Masyarakat multikultural adalah suatu masyarakat bersifat majemuk sejauh masyarakat tersebut secara setruktur memiliki sub-subkebudayaan yang bersifat deverseyang ditandai oleh kurang berkembangnya sistem nilai yang disepakati oleh seluruh anggota masyarakat dan juga sistem nilai dari satu-kesatuan sosial, serta seringnya muncul konflik-konflik sosial.
Jadi dapat di simpulkan multikultural adalah masyarakat yang terdiri dari berbagai ras,suku, agama, dll yang hidup dalam suatu kelompok masyarakat dan memilki aturan-aturan yang di sepakati bersama.
2.      Ciri-Ciri Masyarakat Multikultural
a.       Terjadi segmentasi
Yaitu masyarakat yang terbentuk oleh bermacam-macam suku,ras,dll tapi masih memiliki pemisah. Yang biasanya pemisah itu adalah suatu konsep yang di sebut primordial. Contohnya, di Jakarta terdiri dari berbagai suku dan ras, baik itu suku dan ras dari daerah dalam negri maupun luar negri, dalam kenyataannya mereka memiliki segmen berupa ikatan primordial kedaerahaannya.
b.       Memilki struktur dalam lembaga yang non komplementer
 Dalam masyarakat majemuk suatu lembaga akam mengalami kesulitan dalam menjalankan atau mengatur masyarakatnya alias karena kurang lengkapnya persatuan tyang terpisah oleh segmen-segmen tertentu.

c.       Konsesnsus rendah
Dalam kelembagaan pastinya perlu adany asuatu kebijakan dan keputusan. Keputusan berdasarkan kesepakatan bersama itulah yang dimaksud konsensus, berarti dalam suatu masyarakat majemuk sulit sekali dalam penganbilan keputusan.
d.       Relatif potensi ada konflik
Dalam suatu masyarakat majemuk pastinya terdiri dari berbagai macam suku adat dankebiasaan masing-masing. Dalam teorinya semakin banyak perbedaan dalam suatu masyarakat, kemungkinan akan terjadinya konflik itu sangatlah tinggi dan proses peng-integrasianya juga susah.
e.        Integrasi dapat tumbuh dengan paksaan
 Dalam masyarakat multikultural itu susah sekali terjadi pengintegrasian, maka jalan alternatifnya adalah dengan cara paksaan, walaupun dengan cara seperti ini integrasi itu tidak bertahan lama.
f.       Adanya dominasi politik terhadap kelompok lain
Dalam masyarakat multikultural terdapat segmen-segmen yang berakibat pada ingroup fiiling tinggi maka bila suaru ras atau suku memiliki suatu kekuasaan atas masyarakat itu maka dia akan mengedapankan kepentingan suku atau rasnya.
3.      Sebab Terjadinya Multikulturalisme
a.       Factor geografis
Faktor ini sangat mempengaruhi apa dan bagaimana kebiasaan sua tu masyarakat. Maka dalam suatu daera yang memiliki kondisi geografis yang berbeda maka akan terdapat perbedaan dalam masyarakat( multikultural).
b.       Pengaruh budaya asing
Masyarakat yang sudah mengetahui budaya-budaya asing kemungkinan akan terpengaruh mind set mereka.
c.        Kondisi iklim yang berbeda
4.      Bentuk Masyarakat Multikultural
a.       Interseksi
Adalah suatu masyarakat yang terdiri dari banyak suku,budaya,agama, dll yang berbaur menjadi satu kesatuan di dalam komunitas tertentu.
b.      Konsolidasi
Suatu proses penguatan pemikiran atas kepercayaan yang telah diyakini agar kepercayaan akan sesuatu yang diyakini semakin kuat. Yang mana hal ini dilakukan oleh orang yang lebih mengerti akan kepercayaan yang dianut.
c.       Primordialisme
Primordialisme adalah sebuah pandangan, kepercayaan atau paham yang memegang teguh hal-hal yang dibawa sejak kecil (mendarah daging), baik mengenai tradisi, adat-istiadat, kepercayaan, maupun segala sesuatu yang ada di dalam lingkungan pertamanya. Contoh perilaku sosial primordial :
1)      Membentuk partai politik berdasarkan paham, ideologi, atau keterikatan pada faktor-faktor seperti suku bangsa, agama, dan ras.
2)      Memberikan prioritas atau perlakuan istimewa kepada orang-orang yang berasalk dari daerah, suku bangsa, agama, atau ras tertentu.
d.      Etnosentrisme
Etnosentris sangat erat hubungannya dengan apa yang disebut in group feeling (keikut sertaan dalam kelompok) tinggi. Biasanya dalam suatu kelompok sosial sering kita melihat perang antar desa, perang antar suku ataupun perang dalam agama dan sebagainya. Tapi entosentris lebih kepada anggapan suatu kelompok sosial bahwa kelompoknyalah yang paling unggul.
e.       Politik Aliran
Politik aliran adalah suatu kelompok masyarakat yang tergabung dalam ormas-ormas yang memiliki suatu pemersatu berupa partai politik dalam suatu negara, sehingga ormas tersebut dikatakan penganut partai yang memang dijadikan pemersatu dalam negara.
Contoh : Hahdhotul Ulama’ memiliki dekengan berupa Partai Kebangkitan Bangsa(PKB), Muhammadiyyah memiliki dekengan berupa Partai Amanat Nasional (PAN), dll.

1 komentar:

anggunkusumawardhanie mengatakan...

untuk artikel yang berjudul masyarakat multikultural di indonesia ini, saya rasa masih belum fokus seperti judulnya. Yang ditampilkan dalam artikel ini hanya hal-hal yang bersifat umum dari masyarakat multikultural seperti pengertian dari para ahli dan ciri-cirinya bukan menyoroti tentang bagaimana masyarakat multikultural yang ada di indonesia sehingga saya rasa perlu dilakukan editing lagi mengenai isi artikel. terimakasih

Poskan Komentar